HIBAR PGRI– Penguatan transisi PAUD SD memang sangat penting dan disambut baik oleh para pendidik anak usia dini khususnya karena hal ini dapat mengubah miskonsepsi di lapangan, seperti praktik PPDB yang masih menerapkan tes calistung serta pembelajaran yang belum mencerminkan pemahaman bahwa membangun kemampuan fondasi (kematangan sosial emosional, kemampuan literasi dan numerasi dasar, serta kemampuan fondasi serta Orang tua siswa yang masih menuntut memberi beban kepada para pendidik anak usia dini mengenai kesiapan dalam calistung padahal sudah jelas aturannya anak usia dini tidak boleh dibebani calistung. Khusunya di Kecamatan Cilengkrang pelaksanaan Transisi ini berjalan baik, Selasa (18/7/2023)

Guru kelas 1 SDN 1 girimekar Kec.Cilengkrang menanggapi gerakan Transisi Paud ke SD ,dalam menjalankan Transisi Paud ke SD tidak terpacu anak untuk bisa calistung, pembelajaran dirancang lebih fokus ke kurikulum merdeka anak diberi kebebasan bergerak, berekspresi, pembelajaran berpusat ke anak tanpa ada batasan waktu atau tuntutan semua nya berjalan mengikuti alur perkembangan anak ,anak belajar dengan menyenangkan sesuai dengan kurikulum merdeka anak harus merdeka belajar dan berkembang .dalam menjalankan gerakan Transisi Paud ke SD ini menurutnya tak ada kendala apapun dan siap menjalankan dengan cara menjalin kerjasama dengan orang tua dan warga sekolah.
“Rancangan sudah ada cuman belum terlaksana karena masih menjalani kegiatan MPLS dan kegiatan yang dirancang lebih fokus ke kurikulum merdeka ,anak diberi kebebasan untuk bergerak dan anak tetap merdeka untuk belaJar”.,kata Anglia Anugrah S. Pd sebagai guru kelas 1 di SDN Girimekar 1, Selasa (18 /7 /2023).

Gerakan Transisi PAUD – SD di SDN Girimekar 1 belum dilaksakan walau sudah ada rancangan karena masih menjalani MPLS Namun menyambut baik program tersebut dan siap melaksanakan nya tanpa ada batas waktu program tersebut akan dilaksanakan dan tidak ada tuntutan kepada anak didik ,mengikuti alur perkembangan anak didik dan disesuaikan dengan karakter anak didik dalam setiap kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan sesuai dengan kurikulum merdeka yang tetap melibatkan kerjasama dengan orang tua siswa. Semoga memotivasi semua warga sekolah lain nya untuk mendukung program Transisi PAUD – SD sehingga anak didik akan belajar dengan aman dan menyenangkan sesusai dengan karakter dan kebutuhan peserta didik nya.

Sama halnya dengan proses yang terjadi SD Qurata a’yun. Transisi Paud ke SD merupakan episode menyenangkan ke -24 merdeka belajar yang sudah diluncurkan Maret 2023.Dengan begitu kita perlu tahu sejauh mana sekolah dasar khususnya para warga sekolah menyikapi gerakan transisi PAUD – SD tersebut,sejauh mana sekolah merancang kegiatan yang tepat dan sesuai dengan konsep transisi PAUD – SD ,berapa lama waktu yang ditentukan,kendala apa yang dihadapi serta seberapa besar jalinan kerja sama yang antara sekolah dengan orang tua untuk menjalankan gerakan Transisi PAUD – SD.

Kepala Sekolah SD Qurata a’yun menyatakan Bahwa Gerakan Transisi PAUD – SD Bagi warga sekolah SD Qurata A’yun sebenanrnya sudah berjalan dari awal berdirinya sekolah dan sudah terencana sehingga hal ini bukan program yang asing untuk diterapkan di sekolah nya apalagi dengan adanya kurmed jadi lebih masuk ke episode yang benar – benar harus dijalankan oleh Semua Sekolah Dasar dan intinya hal ini merupakan penyamaan persepsi antara sekolah dan orang tua murid yang mana orang tua lebih memberi tekanan ke guru Paud mengenai penguasaan calistung pada anak usia dini yang akan melanjutkan ke jenjang berikutnya sedangkan untuk usia PAUD itu tidak dibenarkan adanya beban calistung. Transisi PAUD di Qurata ayyun dijalankan selama 2 pekan dan dikemas agar anak anak sekolah tidak langsung belajar tapi di isi dengan kegiatan MPLS dengan konsep yang menarik dan menyenangkan. Aziz juga menyampaikan untuk gerakan Transisi PAUD – SD perlu adaptasi dalam hal penyamaan persepsi mengenai beban calistung itu sendiri serta dalam hal administrasi tapi dalam hal praktiknya memang sudah berjalan sejak dulu mungkin saat ini yang berbeda adalah pengistilahan saja Transisi PAUD – SD yang memang benar benar harus digerakan oleh lembaga sekolah dasar.

“SD Qurata Ayyun menyambut baik program Transisi PAUD – SD Karena akan adanya persamaan persepsi dan menghilangkan salahnya komunikasi antara sekolah dan orang tua, terlebih pemerintah sudah mengadakan sosialisasi Transisi PAUD – SD yang di ikuti oleh para pendidik dan para orang tua,semoga dengan adanyan transisi PAUD – SD ini anak usia dini akan lebih senang dan belajar sesuai dengan kebutuhannya dan usia perkembangannya tanpa ada tuntutan dan batasan waktu untuk mencapai perkembangan yang sesuai harapan”. Kata Aziz Ahmad,S.Pd sebagai Kepala sekolah SD Qurata A’yyun, Selasa(18 /7/2023).
Dengan demikian gerakan transisi PAUD – SD di SD Qurata A’yun sudah terlaksana dengan baik dan sudah di laksanakan dalam hal praktik memang sudah terlaksana dan sudah tidak asing lagi untuk diterapkan hanya butuh adaptasi dalam hal administrasi untuk di sinkronkan dengan kurikulum merdeka.(*)
Penulis: Elis
Editor : Iman
Sangat membantu dan informatif. Terima kasih karena telah berbagi pengetahuan yang berguna.kunjungi Tel U