KEJUTAN DI HARI RAYA

KEJUTAN DI HARI RAYA
Penulis: Erum Rumiasih, S.Pd.
( Guru SDN Srirahayu Kecamatan Cikancung)
Nella gadis kecil berusia 9 tahun. Wajahnya cantik, kulitnya putih. Senyumnya selalu
mengembang. Jilbab biru yang ia pakai menambah kecantikan Nella. Membuat gemas setiap
yang melihatnya.
“Nella…Nella….!” teriak ibu.
“Iya Bu, ada apa?” kata Nella sambil menghampiri ibunya .
“Ikut ibu ke belanja yu!” Ajak ibu.
” Asyik…!” teriak Nella kegirangan.
Nella pun segera pergi ke pasar dengan ibunya. Mereka melewati beberapa pertokoan yang
memajang busana muslim.
“Kak sedekahnya Kak”, pinta seorang anak kecil pada Nella.
Nella yang saat itu sedang asyik memandangi mukena cantik yang dipajang di manekin
merasa terkejut.Ia pun menatap anak kecil di depannya. Badannya kurus, matanya sayu.
Bajunya sangat lusuh. Nella merasa iba. Tanpa berpikir panjang ia pun segera memberi
selembar uang lima ribuan pada anak tersebut.
“Terimakasih kakak… terimakasih kakak!”, teriak anak kecil kurus itu sambil melompat
kegirangan.
Nella turut merasa bahagia. Padahal uang tersebut tadinya hendak ditabungkan.
Sudah lama Nella menginginkan sekali mukena baru. Mukena yang biasa ia pakai sudah
mengatung pendek . Ia tidak mau menyusahkan ibu dan ayahnya. Sehingga ia pun
menyisihkan uang jajannya untuk ditabung.
“Nella, ayo kita mencari bahan untuk membuat kue!”, ajak ibu.
” Iya Bu”, kata Nella sambil menahan haus karena sedang berpuasa.
Sambil berjalan Nella mengamati keadaan di sekitarnya. Di emperan toko terlihat ada seorang
pengemis tua yang duduk beralaskan kardus. Banyak orang yang lalu lalang, tetapi tidak ada
yang peduli pada kakek tua tersebut. Nella merasa iba pada pengemis tersebut. Mungkin
pengemis itu belum makan ya , pikir Nella.
“Ibu, bolehkah Nella memberi sedekah pada kakek tua itu?”.Tanya Nella pada ibunya
“Nella mau memberi sedekah?”
“Tentu boleh sayang, tapi apa Nella punya uang?” tanya ibu.
“Punya Bu. Kan Nella selalu menyisihkan uang bekal sekolah Nella.” jawab Nella.
“Alhamdulillah, ibu bangga sekali punya anak yang rajin menabung dan mau membantu yang
kesusahan.”
” Tapi kalau uang tabungan Nella diberikan ke kakek itu nanti uangnya berkurang dong. Apa
Nella tidak takut?”, kata ibu.
” Tak apa-apa Bu. Kakek itu lebih membutuhkan daripada Nella.” Jawab Nella.
“Baiklah Nella sayang.” kata ibu sambil memeluk Nella .
Nella menghampiri pengemis tersebut. Ia mengambil uang yang dari tas kecilnya.
Diberikannya dua lembar uang limaribuan pada kakek tua itu.
“Kakek, ini ada sedikit uang buat kakek. Semoga bisa sedikit membantu ya Kek.” kata Nella.
” Terimakasih anak baik. Semoga Allah membalas dengan rezeki yang melimpah.” ucap
kakek.
“Aamiin….”, ucap Nella sambil tersenyum pada kakek itu.
Ia lalu berlari menuju ibunya yang dari tadi menunggunya. Ibunya merasa bangga.Sebab
walaupun usia Nella masih kecil, tetapi sudah memiliki jiwa sosial yang tinggi.
“Nella ibu sudah selesai belanja,ayo kita pulang sekarang.” ajak ibu.
Mereka pun pulang dengan senang hati.
Setiba di rumah Nella segera membersihkan badannya. Ia pun segera berwudu karena sudah
terdengar adzan Dhuhur. Nella bergegas mengambil mukena untuk sholat.
“Hmmm… mukenaku sudah pendek. Andai aku bisa memakai mukena biru yang dipajang di
toko tadi.” Semoga uang tabunganku cepat terkumpul,” gumam Nella sambil memakai mukena lamanya. Nella pun segera sholat dan berdoa.
Hari-hari terus berlalu. Walaupun mukena Nella pendek, ia tetap rajin menunaikan sholat lima waktu. Di bulan Ramadan ini Nella selalu ikut bersama ibu melaksanakan tarawih di mesjid
dekat rumahnya. Untuk mengisi waktu, ia mengaji sore di Mesjid Al Barokah. Hafalan
suratnya pun kini makin bertambah. Nella ingin menjadi penghafal Al-Qur’an. Oleh karena itu
ia rajin mengaji. Ia juga berharap Ramadan tahun ini berpuasa tamat, penuh seperti tahun
kemarin.
“Ibu besok jadi lebaran kan?” tanya Nella
“In sya Allah sayang, kita tunggu saja nanti ada pengumuman dari pemerintah.” kata ibu.
” Oh iya ibu punya kejutan buat Nella, mau kan?”
” Kejutan apa Bu?”
” Coba Nella tebak, kira-kira apa ya?” goda ibu sambil memberikan bungkusan kado berpita
biru.
Nella membuka kado dari ibu dengan berdebar. Setelah terbuka terlihat sebuah mukena biru
seperti yang ia idam-idamkan selama ini.
Nella pun segera menghampiri ibunya.
“Terimakasih ibu … terimakasih ibu, alhamdulilah. Nella sayang ibu!” teriak Nella sambil
memeluk dan mencium ibunya.
“Sama-sama Nella sayang.”, balas ibu sambil mencium kening Nella.
Nella sangat bahagia. Besok ia dapat sholat Idul Fitri dengan mukena barunya. Akhirnya ia
mempunyai mukena idamannya tanpa membeli dari uang tabungannya. Allah membalas kebaikan Nella melewati tangan ibunya.(*)

BEBERAPA SIFAT YG MENJADI KELEMAHAN MANUSIA
MUHASABAH SHUBUH Minggu, 6 April 2025 Bismillahirahmanirahim Asalamu’alaikum wrm wbrkt BEBERAPA SIFAT YG MENJADI KELEMAHAN MANUSIA *MANUSIA

“KATEMPUHAN BUNTUT MAUNG”
“KATEMPUHAN BUNTUT MAUNG” OLEH : ENTANG SASTRAATMADJA “Katempuhan buntut maung” dalam bahasa Sunda berarti “menanggung akibat dari perbuatan orang lain”

Gunung Kalut
Gunung Kalut (Tatang Rancabali) Gunung Tambakruyung terhuyung tertutup kabut Tingginya terhimpit langit Mengecil kerdil Kini hanyalah sejajar dengan gubuk lapuk

PERUM BULOG JELANG ULANG TAHUN KE 58
PERUM BULOG JELANG ULANG TAHUN KE 58 OLEH : ENTANG SASTRAATMADJA Tidak lama lagi Perum Bulog akan berulang tahun. 10

Keistimewaan Generasi Akhir Jaman
WASILLAH SHUBUH Sabtu, 5 April 2025 Bismillahirahmanirahim Assalamualaikum Wrm wbrkt Saudaraku, Ada wasillah dari kissh jaman Kenabian tentang Keistimewaan Generasi

BULOG MENGEJAR TARGET
BULOG MENGEJAR TARGET OLEH : ENTANG SASTRAATMADJA Keberadaan Perum Bulog, baik sebagai operator Pangan ataupun selaku lembaga parastatal, sekarang betul-betul