6 April 2025 18:17
Sastra dan Budaya

KEJUTAN DI HARI RAYA

KEJUTAN DI HARI RAYA

Penulis: Erum Rumiasih, S.Pd.

( Guru SDN Srirahayu Kecamatan Cikancung)



Nella gadis kecil berusia 9 tahun. Wajahnya cantik, kulitnya putih. Senyumnya selalu 

mengembang. Jilbab biru yang ia pakai menambah kecantikan Nella. Membuat gemas setiap 

yang melihatnya.

“Nella…Nella….!” teriak ibu.

“Iya Bu, ada apa?” kata Nella sambil menghampiri ibunya .

“Ikut ibu ke belanja yu!” Ajak ibu.

” Asyik…!” teriak Nella kegirangan.

Nella pun segera pergi ke pasar dengan ibunya. Mereka melewati beberapa pertokoan yang 

memajang busana muslim.

“Kak sedekahnya Kak”, pinta seorang anak kecil pada Nella.

Nella yang saat itu sedang asyik memandangi mukena cantik yang dipajang di manekin 

merasa terkejut.Ia pun menatap anak kecil di depannya. Badannya kurus, matanya sayu. 

Bajunya sangat lusuh. Nella merasa iba. Tanpa berpikir panjang ia pun segera memberi 

selembar uang lima ribuan pada anak tersebut.

“Terimakasih kakak… terimakasih kakak!”, teriak anak kecil kurus itu sambil melompat 

kegirangan.

Nella turut merasa bahagia. Padahal uang tersebut tadinya hendak ditabungkan.

Sudah lama Nella menginginkan sekali mukena baru. Mukena yang biasa ia pakai sudah 

mengatung pendek . Ia tidak mau menyusahkan ibu dan ayahnya. Sehingga ia pun 

menyisihkan uang jajannya untuk ditabung.

“Nella, ayo kita mencari bahan untuk membuat kue!”, ajak ibu.

” Iya Bu”, kata Nella sambil menahan haus karena sedang berpuasa.

Sambil berjalan Nella mengamati keadaan di sekitarnya. Di emperan toko terlihat ada seorang 

pengemis tua yang duduk beralaskan kardus. Banyak orang yang lalu lalang, tetapi tidak ada 

yang peduli pada kakek tua tersebut. Nella merasa iba pada pengemis tersebut. Mungkin 

pengemis itu belum makan ya , pikir Nella.

“Ibu, bolehkah Nella memberi sedekah pada kakek tua itu?”.Tanya Nella pada ibunya 

“Nella mau memberi sedekah?”



“Tentu boleh sayang, tapi apa Nella punya uang?” tanya ibu.

“Punya Bu. Kan Nella selalu menyisihkan uang bekal sekolah Nella.” jawab Nella.

“Alhamdulillah, ibu bangga sekali punya anak yang rajin menabung dan mau membantu yang 

kesusahan.” 

” Tapi kalau uang tabungan Nella diberikan ke kakek itu nanti uangnya berkurang dong. Apa 

Nella tidak takut?”, kata ibu.

” Tak apa-apa Bu. Kakek itu lebih membutuhkan daripada Nella.” Jawab Nella.

“Baiklah Nella sayang.” kata ibu sambil memeluk Nella .

Nella menghampiri pengemis tersebut. Ia mengambil uang yang dari tas kecilnya. 

Diberikannya dua lembar uang limaribuan pada kakek tua itu.


“Kakek, ini ada sedikit uang buat kakek. Semoga bisa sedikit membantu ya Kek.” kata Nella.

” Terimakasih anak baik. Semoga Allah membalas dengan rezeki yang melimpah.” ucap 

kakek.

“Aamiin….”, ucap Nella sambil tersenyum pada kakek itu.


Ia lalu berlari menuju ibunya yang dari tadi menunggunya. Ibunya merasa bangga.Sebab

walaupun usia Nella masih kecil, tetapi sudah memiliki jiwa sosial yang tinggi.

“Nella ibu sudah selesai belanja,ayo kita pulang sekarang.” ajak ibu.

Mereka pun pulang dengan senang hati.

Setiba di rumah Nella segera membersihkan badannya. Ia pun segera berwudu karena sudah 

terdengar adzan Dhuhur. Nella bergegas mengambil mukena untuk sholat. 

“Hmmm… mukenaku sudah pendek. Andai aku bisa memakai mukena biru yang dipajang di 

toko tadi.” Semoga uang tabunganku cepat terkumpul,” gumam Nella sambil memakai mukena lamanya. Nella pun segera sholat dan berdoa.

Hari-hari terus berlalu. Walaupun mukena Nella pendek, ia tetap rajin menunaikan sholat lima waktu. Di bulan Ramadan ini Nella selalu ikut bersama ibu melaksanakan tarawih di mesjid 

dekat rumahnya. Untuk mengisi waktu, ia mengaji sore di Mesjid Al Barokah. Hafalan 

suratnya pun kini makin bertambah. Nella ingin menjadi penghafal Al-Qur’an. Oleh karena itu 

ia rajin mengaji. Ia juga berharap Ramadan tahun ini berpuasa tamat, penuh seperti tahun 

kemarin. 


“Ibu besok jadi lebaran kan?” tanya Nella

“In sya Allah sayang, kita tunggu saja nanti ada pengumuman dari pemerintah.” kata ibu.

” Oh iya ibu punya kejutan buat Nella, mau kan?”

” Kejutan apa Bu?”

” Coba Nella tebak, kira-kira apa ya?” goda ibu sambil memberikan bungkusan kado berpita 

biru.


Nella membuka kado dari ibu dengan berdebar. Setelah terbuka terlihat sebuah mukena biru 

seperti yang ia idam-idamkan selama ini. 

Nella pun segera menghampiri ibunya.

“Terimakasih ibu … terimakasih ibu, alhamdulilah. Nella sayang ibu!” teriak Nella sambil 

memeluk dan mencium ibunya.

“Sama-sama Nella sayang.”, balas ibu sambil mencium kening Nella.


Nella sangat bahagia. Besok ia dapat sholat Idul Fitri dengan mukena barunya. Akhirnya ia 

mempunyai mukena idamannya tanpa membeli dari uang tabungannya. Allah membalas kebaikan Nella melewati tangan ibunya.(*) 

 

 

 

“KATEMPUHAN BUNTUT MAUNG”

“KATEMPUHAN BUNTUT MAUNG” OLEH : ENTANG SASTRAATMADJA “Katempuhan buntut maung” dalam bahasa Sunda berarti “menanggung akibat dari perbuatan orang lain”

Read More »

Gunung Kalut

Gunung Kalut (Tatang Rancabali) Gunung Tambakruyung terhuyung tertutup kabut Tingginya terhimpit langit Mengecil kerdil Kini hanyalah sejajar dengan gubuk lapuk

Read More »

BULOG MENGEJAR TARGET

BULOG MENGEJAR TARGET OLEH : ENTANG SASTRAATMADJA Keberadaan Perum Bulog, baik sebagai operator Pangan ataupun selaku lembaga parastatal, sekarang betul-betul

Read More »

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *