IKHLAS DAN JAUHI RIYA
MUTIARA FAJAR
Selasa 1 April 2025
Bismillahirahmanirahim
Assalamualaikum wrm wbrkt
IKHLAS DAN JAUHI RIYA
Saudaraku,
Engkau bertanya kepadaku tentang ikhlas, yaitu saat semua amal perbuatanmu hanya untuk Allah
Dan hatimu tidak menjadi senang dengan pujian-pujian manusia serta tidak memperdulikan ejekan-ejekan mereka
Ketahuilah bahwa riya’ (pamer)itu akan timbul karena mangganggap agung terhadap makhluk dan Obatnya adalah kamu meyakini bahwa mereka adalah orang-orang yang tunduk di bawah kekuasaan Allah
Dan anggaplah mereka seperti benda-benda mati dalam hal yang tidak mampu mendatangkan ketentraman dan penderitaan supaya kamu terlepas dari berbuat riya’ pada mereka, Selama kau masih menganggap mereka memiliki kekuasaan dan kehendak, maka sifat riya’ tidak akan jauh darimu
1. Rasulullah saw bersabda :
Ketika hari kiamat telah tiba, maka akan ada suara memanggil : “Di manakah orang yang suka pamer? Di manakah orang yang ikhlas? Berdirilah kalian semua! Tunjukkan amal perbuatan kalian, dan ambilah pahala-pahala kalian dari Tuhan kalian semua”
“Maka barangsiapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya, dan barangsiapa mengerjakan kejahatan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya” [Qs.99 :7-8]
2. Rasulullah saw bersabda :
“Tidak ada bagian sedikit pun bagi mereka yang suka pamer (riya’) kecuali kerugian, penyesalan, dan siksaan”
3. Rasulullah saw bersabda :
يابن ادم الاخلاص الاخلاص
“Wahai anak adam, ikhlaskanlah! Ikhlaskanlah!”
4. Rasulullah saw bersabda :
ان اخواف ما اخاف على امتي الشرك الاصغر قالوا يا رسول الله وما الشرك الاصغر قال النبي صلى الله عليه وسلم الرياء
”Sesungguhnya sesuatu yang paling aku khawatirkan atas umatku adalah berbuat syirik kecil.. Sahabat bertanya: wahai Rasulullah, apa yang dimaksud dengan syirik kecil?
Rasulullah saw bersabda:
berbuat sesuatu bukan karena Allah (riya)”
5. Rasulullah saw bersabda :
يقول الله تعالى لهم يوم يجازي العباد باعمالهم اذهبوا الى الذين كنتم ترؤون لهم هل تجيدون فيهم خيرا
Allah تعالى akan berfirman pada mereka diwaktu hari pembalasan atas amal masing-masing “Pergilah kalian pada orang yang kalian pamerkan waktu di dunia.. Lihatlah, apkah kalian menemukan balasan kebaikan dari mereka?”
Izzanudin abdus salam berkata :
Terdapat tiga bentuk riya:
pertama,
orang yang terbesit riya sebelum mengerjakan amalan dan dia mengerjakan amalan tersebut hanya semata karena riya, Agar selamat, orang semacam ini harus menunda amalannya sampai timbul rasa ikhlas,
Kedua,
orang yang timbul di dalam hatinya riya syirik (mengerjakan ibadah karena ingin mengharap pujian manusia serta ridha Allah) Orang seperti ini juga dianjurkan menunda amalan hingga benar-benar ikhlas,
Ketiga
riya yang muncul di saat melakukan aktivitas/amalan, Orang yang dihadang riya di tengah jalan seperti ini, dianjurkan untuk menghalau gangguan itu sambil meneruskan amalannya. Kalau godaaan riya terus hadir, ia tidak perlu menggubrisnya. Insya Allah amalannya diterima karena tetap berpijak pada niatnya semula”
Sayyidina ali bin Abi Thalib berkata :
Orang riya’ (pamer) memiliki tiga tanda : “malas ketika sendirian, rajin saat di tengah banyak orang, serta amalnya meningkat kala dipuji dan menurun kala dicaci”
imam Nawawi dalam kitab al-Adzkar mengutip Perkataan Fudhail bin ‘Iyadh, beliau berkata :
“Meninggalkan perbuatan baik karena manusia adalah riya, dan melakukan perbuatan baik karena manusia adalah syirik”
Semoga kita di jauhkan dari perbuatan riya dan syirik
Aamiin Allahuma Aamiin
Wass. Wr. Wb