Hari Kemenangan Telah Tiba
MUHASABAH SHUBUH
1 Syawal 1446 H
Senin 31 Maret 2025
ALLAHU AKBAR….
ALLAHU AKBAR….
ALLAHU AKBAR….
LAILLAH HAILALLAH
HU ALLAHU AKBAR
ALLAHU AKBAR
WALILAA ILHAM…
Hari kemenangan telah tiba…
Saat ini, narilah kta MERENUNG sejenak untuk,
Membandingkan Kehidupan DUNIA Dan Kehidupan AKHIRAT
Saudaraku,
Setelah kita lewati perjuangan melawan hawa nafsu satu bulan penuh sesuai titah Allah..
Kemudian kita sadari akan ada perjuangan lain yang harus kita tempuh…
Yaitu, Bahwa sesungguhnya kehidupan dunia cepat atau lambat pasti akan kita tinggalkan dan kita semua akan menuju kehidupan yang abadi di akhirat.
Kita semua sedang berada di rel menuju akhirat.
Tak ada seorang pun yang luput dari jalur ini.
Hanya saja kita tak tahu kapan masa kita meninggalkan dunia ini.
Ali bin Abi Thalib berkata,
وَإِنَّ الدُّنْيَا قَدِ ارْتَحَلَتْ مُدْبِرَةً وَالآخِرَةُ قَدْ قُرِّبَتْ مُقْبِلَةً وَلِكُلِّ وَاحِدَةٌ مِنْهُمَا بَنُوْنَ فَكُوْنُوْا مِنْ أَبْنَاءِ الآخِرَةِ وَلاَ تَكُوْنُوْا مِنْ أَبْنَاءِ الدُّنْيَا فَإِنَّ اليَوْمَ عَمَلٌ وَلاَ حِسَابٌ وَغَدًا حِسَابٌ وَلاَ عَمَلٌ
“Sesungguhnya dunia akan ditinggalkan di belakang. Sedangan akhirat begitu dekat dijumpai di depan. Dunia dan akhirat masing-masing memiliki pengikut. Jadilah pengikut akhirat, janganlah menjadi budak dunia. Hari ini (di dunia) adalah hari untuk beramal, tidak ada hisab (perhitungan). Sedangkan besok (di akhirat) adalah hari hisab (perhitungan), tidak ada lagi amalan.”
Saudaraku,
Jadilah orang-orang yang memilih akhirat dan mengorbankan dunianya untuk akhirat…..
Perjuangan menuju akhirat memang sangat berat dan tidak mudah…
Dan menjadi orang-orang yang mengorbankan akhiratnya demi kehidupan dunia adalah orang orang pejuang sejati ukhrowi,
Karena mengutamakan kenikmatan akhirat adalah kenikmatan yang tiada bandingnya,
قَالَ اللَّهُ أَعْدَدْتُ لِعِبَادِى الصَّالِحِينَ مَا لاَ عَيْنَ رَأَتْ ، وَلاَ أُذُنَ سَمِعَتْ ، وَلاَ خَطَرَ عَلَى قَلْبِ بَشَرٍ ، فَاقْرَءُوا إِنْ شِئْتُمْ ( فَلاَ تَعْلَمُ نَفْسٌ مَا أُخْفِىَ لَهُمْ مِنْ قُرَّةِ أَعْيُنٍ )
“Allah berfirman:
“Aku sediakan bagi hamba-hamba-Ku yang shaleh surga yang tidak pernah dilihat oleh mata, tidak pernah didengar oleh telinga dan tidak pernah terbetik dalam hati manusia.”
Bacalah firman Allah Azza wa Jalla, “Tak seorang pun mengetahui berbagai nikmat yang menanti, yang indah dipandang sebagai balasan bagi mereka, atas apa yang mereka kerjakan.”
(QS. As Sajdah: 17, HR. Bukhari dan Muslim)
Karena itu, janganlah kita terpana dengan keindahan dunia yang akan sirna. Seorang Mukmin hendaknya memalingkan pandangannya ke kehidupan akhirat. Karena bagaimanapun kehidupan dunia fana, sedangkan akhirat kekal.
Saudaraku,
Kehidupan dunia ini begitu cepat berlalu. Allah Azza wa Jalla menggambarkan kehidupan dunia ini dengan firman-Nya,
“Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.”
(QS. Al-Hadid: 20)
Adapun kehidupan akhirat adalah kehidupan yang kekal abadi tanpa batas. Kita sebut saja masa-masa yang paling lama. Milyaran hingga Trilyunan tahun. Sesungguhnya kehidupan akhirat itu lebih lama dari itu. Karena dia adalah kehidupan yang kekal dan abadi,
“Tetapi kamu (orang-orang kafir) memilih kehidupan duniawi. Sedang kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal.”
(QS. Al-A’la: 16-17)
Saudaraku,
Kenikmatan dunia tidak sempurna. Sedangkan akhirat adalah paripurna…
Kehidupan dunia tidaklah sempurna. Sedangkan akhirat tidak ada cela. Tidak ada kekurangan di dalamnnya. Apabila kita membaca tentang keadaan di surga, maka kita akan membayangkan betapa sempurnanya kehidupan di surga. Tidak ada lelah. Tidak ada keluh kesah. Tidak ada perselisihan. Tidak ada tua dan senantiasa muda. Tidak ada kesedihan dan selalu ada kegembiraan. Dan berbagai macam gambaran lainnya tentang kenikmatan surga…
Saudaraku,
Kenikmatan dunia tak selalu bisa dinikmati. Kenikmatan akhirat senantiasa bisa dinikmati…
Nikmat dunia, tak selalu bisa dinikmati. Ada masanya dan ada kadarnya. Misalnya kita berbicara tentang buah. Buah-buahan di dunia, tak selalu tersedia. Ada musimnya. Ada masa hilangnya. Berbeda dengan buah-buah surga. Allah Azza wa Jalla berfirman,
“Perumpamaan surga yang dijanjikan kepada orang-orang yang takwa ialah (seperti taman); mengalir sungai-sungai di dalamnya; buahnya tak henti-henti sedang naungannya (demikian pula). Itulah tempat kesudahan bagi orang-orang yang bertakwa, sedang tempat kesudahan bagi orang-orang kafir ialah neraka.”
(QS. Ar-Ra’du: 35)
Di akhirat setiap saat tersedia buah-buahan tanpa mengenal musim. Bagaimana tidak? Apa yang diinginkan penghuni surga semuanya ada.
“Di dalamnya kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh (pula) di dalamnya apa yang kamu minta.”
(QS. Fushilat: 31)
Saudarsku,
Kenikmatan dunia diraih dengan susah payah. Adapun kenikmatan akhirat tidaklah demikian…
Kenikmatan di dunia diraih dengan bersusah payah, berpeluh, meluangkan waktu dan tenaga. Dalam pengorbanan demikian, terkadang kenikmatan tersebut tak juga dia dapatkan. Berbeda dengan kenikmatan akhirat. Ia diraih dengan mudah. Sebagaimana firman Allah Azza wa Jalla menggambarkan betapa mudahnya penghuni surga menikmati kenikmatannya surga,
“buah-buahannya dekat.”
(QS. Al-Haqqah: 23)
Saudaraku,
Kalau kita lihat buku-buku tafsir, ayat ini berbicara dengan tentang orang-orang beriman dan orang-orang kafir. Semuanya menyesal. Orang kafir mereka menyesal karena mereka kufur. Orang-orang beriman mereka menyesal mengapa tidak banyak melakukan ketaatan. Mereka menyesali shalat malam mereka yang kurang banyak. Mereka menyesali sedekah mereka yang bisa dilakukan lebih banyak lagi. Mereka menyesal seandainya lebih-lebih lagi dalam taat kepada orang tua. Karena tidak sama surga seseorang yang shalat malamnya dua rakaat dengan yang sebelas. Tidak sama infak yang sedikit dengan infak yang banyak. Dari sinilah kita memahami bahwa kehidupan dunia ini adalah perlombaan dalam kebaikan. Allah Azza wa Jalla berfirman,
“Dan untuk yang demikian itu hendaknya orang berlomba-lomba.”
(QS. Al-Muthaffifin: 26)
Semoga Allah Azza wa Jalla mengaruniakan hidayah-Nya kepada kita, sehingga kita tetap istiqamah senantiasa berlomba-lomba dalam amal kebaikan di dunia sebagai bekal kehidupan di akhirat untuk meraih ridha-Nya…
Aamiin Ya Rabb.
SELAMAT MERAYAKAN HARI KEMENANGAN 1 SYAWAL 1446 H,
“Taqabbalallahu minna wa minkum shiyamana wa shiyamakum”
“Semoga Allah menerima puasa kita dan puasa kalian” dan se iring dengan perayaan Idul Fitri”
Wass.Wr.Wb