17 March 2025 03:09
Sastra dan Budaya

Guru Kerontang

Guru Kerontang

(Tatang)

Kulintasi kalahari tengah hari
Jalan melintang melintasi kebun ilalang
Indah merekah bunganya mekar
Berdaun mungil menjulang mulai menguning
Kerontang dilanda kemarau panjang

Jalan tergesa-gesa dihantam panas
Kulit telapak kakiku mulai mengelupas
Terasa pedas
Menginjak cadas

Meniti kerikil mengering
Menyebar seperti beling

Sesekali aku memandang luasnya Savana
Mataku semakin terpana
Dihantar indahnya fatamorgana
Bias berombak tiada nyata
Membahana penuh pesona

Rumput rumput kering itu masih menempati ruang dan waktu
Tiada jemu
Tetap menjamu tetamu
Hilir mudik silih berganti
Selalu meramu rindu

Aku tak kan berontak
Tetap semangat untuk bergerak
Walaupun semilir angin hanya memberi mimpi
Tetap hanyalah mimpi
Kenyataan aku masih berada ditengah kepungan jaman yang belum berpihak kepada badan

Aku masih memilih setia beradaptasi
Mengikuti imajinasi
Membimbing anak-anak negeri
Walaupun aku sebagai guru kerontang yang terpanggang oleh panasnya api kehidupan


Rancabali Bandung, 24-11-2019:22.33

 

Tetaplah Rendah Hati

EDISI RAMADHAN Wasillah akhir pekan Minggu, 16 Maret 2025 Ramadhan Hari ke 16 bismillahirshmsnirahim Assalamualaikum wrm wbrkt Saudara2ku, keluargaku dan

Read More »

“BEJA MAH BEJA”

“BEJA MAH BEJA” OLEH : ENTANG SASTRAATMADJA “Béja mah béja”. Kalimat ini sudah sangat akrab dalam kehidupan masyarakat Jawa Barat.

Read More »

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *